Biar Gak Bingung! Ini Perbedaan Mikrotik dan Router!

Mikrotik dan router adalah dua perangkat yang sering digunakan dalam jaringan komputer. Namun, apakah Kamu tahu apa perbedaan mikrotik dan router? Artikel ini akan menjelaskan secara singkat apa itu mikrotik dan router, serta perbedaan, jenis, dan fungsi dari masing-masing perangkat.

Apa itu Mikrotik dan Router?

Mikrotik adalah sebuah sistem operasi berbasis Linux yang digunakan untuk mengatur jaringan komputer. Mikrotik dapat diinstal pada berbagai jenis perangkat keras, seperti PC, laptop, server, atau perangkat khusus yang disebut RouterBoard. Dan mikrotik memiliki fitur yang sangat lengkap dan fleksibel, seperti routing, firewall, bandwidth management, hotspot, VPN, proxy, dan lain-lain.

Sedang router adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda, baik secara fisik maupun logis. Router dapat meneruskan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya berdasarkan alamat IP (Internet Protocol) yang terdapat pada paket data tersebut. Router juga dapat melakukan fungsi lain, seperti filtering, NAT (Network Address Translation), QoS (Quality of Service), dan lain-lain.

Perbedaan Mikrotik dan Router

Perbedaan antara mikrotik dan router dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:

1. Aspek Perangkat Keras

Mikrotik dapat diinstal pada berbagai jenis perangkat keras, baik yang bersifat umum maupun khusus. Perangkat keras yang umum adalah PC, laptop, atau server yang memiliki spesifikasi minimal tertentu. Perangkat keras yang khusus adalah RouterBoard, yaitu sebuah papan sirkuit yang didesain khusus untuk menjalankan mikrotik. RouterBoard memiliki berbagai model dan seri, yang memiliki spesifikasi dan fitur yang berbeda-beda.

Router adalah sebuah perangkat yang sudah memiliki sistem operasi tertanam di dalamnya, sehingga tidak perlu diinstal ulang. Router biasanya memiliki bentuk kotak yang dilengkapi dengan beberapa port, seperti port LAN (Local Area Network), port WAN (Wide Area Network), port USB, port serial, dan lain-lain. Router juga memiliki berbagai model dan seri, yang memiliki spesifikasi dan fitur yang berbeda-beda.

2. Aspek Sistem Operasi

Mikrotik adalah sebuah sistem operasi berbasis Linux yang dapat diinstal pada berbagai jenis perangkat keras. Mikrotik memiliki antarmuka yang berupa CLI (Command Line Interface) dan GUI (Graphical User Interface).

CLI adalah antarmuka yang berupa baris perintah yang dapat diakses melalui terminal, SSH (Secure Shell), atau Telnet. GUI adalah antarmuka yang berupa tampilan grafis yang dapat diakses melalui web browser atau aplikasi Winbox.

Router adalah sebuah perangkat yang sudah memiliki sistem operasi tertanam di dalamnya, yang biasanya berupa firmware yang dikembangkan oleh produsen router tersebut. Router juga memiliki antarmuka yang berupa CLI dan GUI, namun biasanya lebih sederhana dan terbatas dibandingkan dengan mikrotik. CLI dapat diakses melalui terminal, SSH, atau Telnet, sedangkan GUI dapat diakses melalui web browser.

3. Aspek Fitur dan Fungsi

Mikrotik memiliki fitur dan fungsi yang sangat lengkap dan fleksibel, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Mikrotik dapat melakukan berbagai fungsi, seperti routing, firewall, bandwidth management, hotspot, VPN, proxy, dan lain-lain.

Selain itu, mikrotik juga dapat diintegrasikan dengan berbagai protokol dan layanan jaringan, seperti DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), DNS (Domain Name System), FTP (File Transfer Protocol), SNMP (Simple Network Management Protocol), dan lain-lain.

Sedang router memiliki fitur dan fungsi yang lebih sederhana dan terbatas dibandingkan dengan mikrotik, yang biasanya sudah ditentukan oleh produsen router tersebut. Router dapat melakukan fungsi dasar, seperti routing, firewall, NAT, QoS, dan lain-lain. Router juga dapat diintegrasikan dengan beberapa protokol dan layanan jaringan, namun tidak sebanyak mikrotik.

Jenis-Jenis Mikrotik dan Router

Jenis-jenis mikrotik dan router dapat dilihat dari beberapa aspek, salah satunya aspek perangkat keras, yang terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

– Mikrotik PC

Mikrotik PC yaitu mikrotik yang diinstal pada perangkat keras yang bersifat umum, seperti PC, laptop, atau server. Mikrotik PC memiliki kelebihan, yaitu dapat memanfaatkan spesifikasi perangkat keras yang tinggi, dapat diupgrade sesuai kebutuhan, dan dapat menggunakan berbagai jenis kartu jaringan.

– Mikrotik RouterBoard

Mikrotik RouterBoard yaitu mikrotik yang diinstal pada perangkat keras yang bersifat khusus, yaitu RouterBoard. Mikrotik RouterBoard memiliki kelebihan, yaitu memiliki bentuk yang kecil, hemat daya listrik, dan tahan terhadap gangguan fisik.

Fungsi Mikrotik dan Router

Fungsi mikrotik dan router dapat dilihat juga dari beberapa aspek, yaitu:

1. Aspek Routing

Routing adalah proses meneruskan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya berdasarkan alamat IP yang terdapat pada paket data tersebut. Routing dapat dilakukan oleh mikrotik dan router dengan menggunakan berbagai metode, seperti:

– Routing statis

Routing statis  yaitu metode routing yang dilakukan dengan menentukan jalur paket data secara manual. Routing statis memiliki kelebihan, yaitu mudah dikonfigurasi, hemat sumber daya, dan aman. Routing statis juga memiliki kekurangan, yaitu tidak dapat beradaptasi dengan perubahan topologi jaringan, tidak dapat melakukan load balancing, dan tidak dapat melakukan failover.

– Routing dinamis

Routing dinamis yaitu metode routing yang dilakukan dengan menggunakan protokol routing yang dapat menyesuaikan jalur paket data secara otomatis. Routing dinamis memiliki kelebihan, yaitu dapat beradaptasi dengan perubahan topologi jaringan, dapat melakukan load balancing, dan dapat melakukan failover. Routing dinamis juga memiliki kekurangan,yaitu membutuhkan konfigurasi yang rumit, membutuhkan sumber daya yang besar, dan rentan terhadap gangguan.

2. Aspek Firewall

Firewall adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk mengontrol dan memfilter lalu lintas data yang masuk dan keluar dari jaringan. Firewall dapat melakukan berbagai fungsi, seperti:

  • Mencegah akses yang tidak sah dari jaringan luar ke jaringan dalam, atau sebaliknya.
  • Membatasi akses yang sah berdasarkan kriteria tertentu, seperti alamat IP, port, protokol, aplikasi, dan lain-lain.
  • Mencatat dan memantau aktivitas lalu lintas data yang terjadi di jaringan.
  • Mengambil tindakan yang sesuai jika terjadi pelanggaran atau serangan, seperti memblokir, mengalihkan, atau memberi peringatan.

3. Aspek Bandwidth Management

Bandwidth management adalah proses mengatur dan mengalokasikan bandwidth yang tersedia di jaringan. Bandwidth management dapat melakukan berbagai fungsi, seperti:

  • Membagi bandwidth secara adil dan efisien antara pengguna atau grup pengguna.
  • Membatasi bandwidth maksimal atau minimal yang dapat digunakan oleh pengguna atau grup pengguna.
  • Membuat skema tarif berdasarkan jumlah atau waktu penggunaan bandwidth.
  • Memonitor dan mengukur penggunaan bandwidth oleh pengguna atau grup pengguna.

Mikrotik dan router adalah dua perangkat yang sering digunakan dalam jaringan komputer. Keduanya memiliki perbedaan, jenis, dan fungsi yang berbeda-beda, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi jaringan.

Mikrotik dan router juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang harus dipertimbangkan sebelum memilih dan menggunakannya. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Kamu yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang mikrotik dan router. Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya!

Leave a Comment