Cara-Cara Mudah Untuk Memahami BIOS dan UEFI

Memahami BIOS dan UEFI BIOS adalah singkatan dari basic input output system. Ini adalah software tingkat rendah yang berada dalam sebuah chip pada motherboard komputer Anda. 

Beban BIOS saat komputer Anda di nyalakan dan BIOS bertanggung jawab untuk membangunkan komponen perangkat keras komputer Anda. Memastikan fungsinya berfungsi dengan baik. 

Kemudian, menjalankan bootloader yang menjalankan windows atau sistem operasi lain yang Anda instal. Anda bisa mengkonfigurasi berbagai pengaturan di layar pengaturan BIOS. 

Pengaturan seperti konfigurasi perangkat keras komputer Anda, waktu sistem, dan urutan booting berada di sini. Anda bisa mengakses BIOS dengan menekan tombol tertentu berbeda pada tiap komputer.

Tetapi, kebanyakan Esc, F2, F10, atau delete saat komputer akan melakukan booting. Bila Anda menyimpan pengaturan itu akan di simpan ke memori pada motherboard Anda sendiri. 

Saat Anda boot komputer Anda. BIOS akan mengkonfigurasi PC Anda dengan pengaturan yang tersimpan. BIOS berjalan melalui post atau power on self test, sebelum melakukan booting pada sistem operasi Anda. 

Ini memeriksa untuk memastikan konfigurasi perangkat keras Anda valid dan berfungsi dengan baik. Jika ada yang salah Anda akan melihat pesan kesalahan atau mendengar serangkaian kode bip. Anda harus mencari urutan bip yang berbeda dalam manual komputer.

Mengapa BIOS Mulai Di tinggalkan

BIOS sudah ada sejak lama dan belum banyak berevolusi. Bahkan MS-DOS PC yang dirilis pada 1980 an menggunakan BIOS. Tentu saja, BIOS sudah berevolusi dan membaik seiring berjalannya waktu. 

Beberapa ekstensi di kembangkan termasuk ACPI, Advanced Configuration and Power Interface. Hal ini memungkinkan BIOS untuk lebih mudah mengkonfigurasi perangkat dan melakukan fungsi manajemen daya canggih, seperti sleep.

Tetapi, BIOS belum memiliki kemajuan yang signifikan hampir sama seperti teknologi PC lainnya sejak jaman MS DOS. BIOS tradisional masih memiliki keterbatasan serius. Ini hanya bisa boot dari drive 2,1 TB atau kurang. 

Drive 3 TB sekarang umum dan komputer dengan BIOS tidak bisa boot dari drive tersebut. Keterbatasan tersebut di sebabkan oleh cara kerja sistem Master Boot Master BIOS.

BIOS harus berjalan dalam mode prosesor 16-bit dan hanya memiliki 1 MB ruang untuk dieksekusi masuk. 

Ini memiliki masalah dalam menginisialisasi beberapa perangkat keras sekaligus yang menyebabkan proses boot lebih lambat saat menginisialisasi semua antarmuka dan perangkat keras pada perangkat modern. PC.

BIOS membutuhkan penggantian untuk waktu yang lama. Intel mulai mengerjakan spesifikasi Extensible Firmware Interface pada tahun 1998. Apple memilih EFI saat beralih ke arsitektur Intel di Mac pada tahun 2006 tetapi, produsen PC lainnya tidak mengikuti.

Pada tahun 2007 produsen Intel, AMD, Microsoft, dan PC menyetujui spesifikasi Unified Extensible Firmware Interface UEFI yang baru. Ini adalah standar industri yang di kelola oleh Unified Extended Firmware Interface Forum dan tidak semata-mata di dorong oleh Intel. 

Dukungan UEFI diperkenalkan ke Windows dengan Windows Vista Paket Layanan 1 dan Windows 7. Sebagian besar komputer yang bisa Anda beli sekarang menggunakan UEFI daripada BIOS tradisional.

Bagaimana UEFI Menggantikan Posisi BIOS

Tidak ada cara untuk beralih dari BIOS ke UEFI pada PC yang ada. Anda harus membeli perangkat keras baru yang mendukung UEFI seperti kebanyakan komputer baru lainnya. 

Sebagian besar implementasi UEFI menyediakan emulasi BIOS sehingga Anda bisa memilih untuk menginstal dan boot sistem operasi lama yang mengharapkan BIOS daripada UEFI jadi, kompatibel dengan keduanya.

Standar baru ini menghindari keterbatasan BIOS. Firmware UEFI bisa boot dari drive 2,2 TB atau lebih besar batas teoritisnya adalah 9,4 zettabyte. Itu kira-kira tiga kali ukuran perkiraan semua data di Internet. 

Itu karena UEFI menggunakan skema partisi GPT dan bukan MBR. Ini juga boot dengan cara yang lebih standar meluncurkan file executable EFI daripada menjalankan kode dari catatan boot master drive.

UEFI bisa berjalan dalam mode 32-bit atau 64-bit dan memiliki ruang alamat yang lebih beralamat daripada BIOS yang berarti proses boot Anda lebih cepat. 

Ini juga berarti bahwa layar penyiapan UEFI bisa lebih licin dari pada layar pengaturan BIOS termasuk dukungan kursor grafis dan mouse. Tetapi, ini tidak wajib. 

Banyak PC yang masih menggunakan antarmuka pengaturan UEFI text mode yang terlihat dan bekerja seperti layar setup BIOS lama. 

UEFI pada dasarnya adalah sistem operasi kecil yang berjalan di atas firmware PC dan ini bisa melakukan lebih dari sekedar BIOS. 

UEFI bisa disimpan dalam memori flash pada motherboard atau mungkin di ambil dari hard drive atau jaringan saat boot.

PC dengan UEFI akan memiliki antarmuka dan fitur yang berbeda. Semuanya sesuai pada pabrikan PC Anda tetapi, dasarnya akan sama pada setiap PC.

Itulah cara-cara mudah untuk memahami BIOS dan UEFI yang tepat saat ini.

Leave a Comment