Cara Konfigurasi Dial Plan Server Softswitch

Kembali lagi bersama kita, situs yang memberikan kamu asupan seputar teknologi paling lengkap. dan pada artikel kali ini, kita ada pembahasan menarik lagi seputar cara konfigurasi dial plan server softswitch.

Seperti yang kita tahu, Dial plan server softswitch adalah sebuah sistem yang mengatur bagaimana panggilan telepon dapat dilakukan melalui jaringan IP (Internet Protocol). Dial plan server softswitch berfungsi sebagai penghubung antara perangkat telepon yang menggunakan protokol SIP (Session Initiation Protocol) atau H.323 dengan jaringan PSTN (Public Switched Telephone Network) atau jaringan IP lainnya.

Fungsi Dial Plan Server Softswitch

Dial plan server softswitch juga dapat melakukan fungsi-fungsi lain seperti routing, billing, authentication, dan transcoding. Adapun penjelasan lengkapnya ada di bawah ini:

1. Routing

Routing adalah proses menentukan jalur terbaik untuk mengirimkan panggilan telepon dari sumber ke tujuan. Routing dapat dilakukan berdasarkan berbagai kriteria, seperti biaya, kualitas, prioritas, atau kebijakan. Dial plan server softswitch dapat melakukan routing dengan menggunakan tabel routing yang berisi informasi tentang prefix, gateway, trunk, atau route yang tersedia.

2. Billing

Billing adalah proses menghitung dan mencatat biaya yang harus dibayar oleh pelanggan atau penyedia layanan telepon untuk setiap panggilan yang dilakukan atau diterima. Billing dapat dilakukan berdasarkan berbagai parameter, seperti durasi, waktu, tujuan, atau tarif. Dial plan server softswitch dapat melakukan billing dengan menggunakan modul billing yang terintegrasi atau terpisah, yang dapat menghasilkan invoice, laporan, atau statistik.

3. Authentication

Authentication adalah proses memverifikasi identitas dan hak akses dari pelanggan atau penyedia layanan telepon yang ingin melakukan atau menerima panggilan. Authentication dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, seperti username, password, PIN, atau token.

Dial plan server softswitch dapat melakukan authentication dengan menggunakan modul authentication yang terintegrasi atau terpisah, yang dapat melakukan registrasi, otentikasi, atau otorisasi.

4. Transcoding

Transcoding adalah proses mengubah format atau codec dari sinyal suara yang dikirimkan atau diterima dalam panggilan telepon. Transcoding dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas, kompatibilitas, atau efisiensi dari sinyal suara.

Kemudian, Dial plan server softswitch dapat melakukan transcoding dengan menggunakan modul transcoding yang terintegrasi atau terpisah, yang dapat mendukung berbagai format atau codec, seperti G.711, G.729, G.723, atau GSM.

Jenis-Jenis Dial Plan Server Softswitch

Dial Plan Server Softswitch memiliki beberapa jenis. Dan penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Class 4 Softswitch

Class 4 softswitch adalah jenis dial plan server softswitch yang digunakan untuk menghubungkan panggilan telepon antara jaringan IP yang berbeda atau antara jaringan IP dan jaringan PSTN.

Dan Class 4 softswitch biasanya menangani volume panggilan yang besar, jarak yang jauh, dan routing yang kompleks. Selain itu, Class 4 softswitch dapat meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan skalabilitas dari jaringan telekomunikasi.

2. Class 5 Softswitch

Class 5 softswitch adalah jenis dial plan server softswitch yang digunakan untuk menghubungkan panggilan telepon antara perangkat telepon yang berada dalam jaringan IP yang sama atau antara perangkat telepon dan jaringan IP.

Lalu, Class 5 softswitch biasanya menangani volume panggilan yang kecil, jarak yang dekat, dan routing yang sederhana. Selain itu, Class 5 softswitch dapat menyediakan layanan tambahan, seperti voice mail, call forwarding, call waiting, atau caller ID.

Cara Konfigurasi Dial Plan Server Softswitch

Dan untuk melakukan konfigurasi, di bawah ini adalah caranya:

Langkah 1: Menyiapkan Hardware dan Software

Langkah pertama dalam konfigurasi dial plan server softswitch adalah menyiapkan hardware dan software yang dibutuhkan. Hardware yang dibutuhkan meliputi server, gateway, trunk, atau perangkat telepon yang mendukung protokol SIP atau H.323. Software yang dibutuhkan meliputi sistem operasi, aplikasi dial plan server softswitch, atau aplikasi pendukung lainnya.

Langkah 2: Mengatur Jaringan dan Protokol

Langkah kedua dalam konfigurasi dial plan server softswitch adalah mengatur jaringan dan protokol yang digunakan. Jaringan yang digunakan dapat berupa jaringan LAN (Local Area Network), WAN (Wide Area Network), atau Internet. Protokol yang digunakan dapat berupa protokol IP, TCP (Transmission Control Protocol), UDP (User Datagram Protocol), SIP, atau H.323.

Langkah 3: Membuat Dial Plan

Langkah ketiga dalam konfigurasi dial plan server softswitch adalah membuat dial plan yang mengatur bagaimana panggilan telepon dapat dilakukan. Dial plan dapat dibuat dengan menggunakan antarmuka grafis atau teks yang disediakan oleh aplikasi dial plan server softswitch.

Dan Dial plan dapat berisi aturan-aturan yang menentukan prefix, gateway, trunk, route, atau aksi yang harus diambil untuk setiap panggilan.

Langkah 4: Menguji dan Memantau

Langkah keempat dalam konfigurasi dial plan server softswitch adalah menguji dan memantau kinerja dan fungsi dari dial plan server softswitch. Pengujian dapat dilakukan dengan melakukan panggilan telepon antara perangkat telepon yang terhubung dengan dial plan server softswitch. Pemantauan dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat yang disediakan oleh aplikasi dial plan server softswitch, seperti log, statistik, atau alarm.

Hal yang Terjadi Jika Konfigurasi Dial Plan Server Softswitch Salah

Jika kamu melakukan kesalahan saat konfigurasi Dial Plan Server, maka akan ada beberapa hal yang akan terjadi, seperti:

1. Panggilan Tidak Terhubung

Salah satu hal yang dapat terjadi jika konfigurasi dial plan server softswitch salah adalah panggilan telepon tidak dapat terhubung antara sumber dan tujuan. Hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan dalam routing, billing, authentication, atau transcoding. Akibatnya, pelanggan atau penyedia layanan telepon dapat mengalami kerugian, ketidakpuasan, atau keluhan.

2. Panggilan Terputus

Kemudian, salah satu hal yang dapat terjadi jika konfigurasi dial plan server softswitch salah adalah panggilan telepon terputus di tengah-tengah percakapan. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan dalam jaringan, protokol, atau hardware. Akibatnya, pelanggan atau penyedia layanan telepon dapat mengalami frustrasi, kebingungan, atau ketidaknyamanan.

3. Panggilan Bermasalah

Lalu, salah satu hal yang dapat terjadi jika konfigurasi dial plan server softswitch salah adalah panggilan telepon bermasalah dalam hal kualitas, kompatibilitas, atau efisiensi. Hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan dalam transcoding, routing, atau billing. Akibatnya, pelanggan atau penyedia layanan telepon dapat mengalami gangguan, distorsi, atau biaya yang tidak sesuai.

Kesimpulan:

Dial plan server softswitch adalah sebuah sistem yang penting dalam jaringan telekomunikasi berbasis IP. Dial plan server softswitch memiliki berbagai fungsi, jenis, dan cara konfigurasi yang harus dipahami dan dikuasai oleh pelanggan atau penyedia layanan telepon.

Dan dial plan server softswitch juga memiliki berbagai risiko yang dapat terjadi jika konfigurasi dial plan server softswitch salah. Oleh karena itu, konfigurasi dial plan server softswitch harus dilakukan dengan hati-hati, teliti, dan benar.

Kita harap artikel ini dapat membantu kamu memahami lebih lanjut tentang dial plan server softswitch. Jika kamu memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, atau bahkan ingin merequest tema, bisa langsung komen di bawah, ya!

Leave a Comment